Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

31 Mei 2013

9 Pedang Pusaka Koleksi Dari Baginda Nabi Muhammad SAW

Berikut ini adalah Pedang koleksi dari Nabi Muhammad Rosululloh SAW

1. Al Ma’thur



pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahanda beliau, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.


2. Al Adb



Al-’Adb, nama pedang ini, berarti ‘memotong’ atau ‘tajam.’ Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Beliau menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.


3. Dhu Al Faqar



sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.


4. Al Battar



Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika beliau turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.


5. Hatf


sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika beliau mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan beliau juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Beliau menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.


6. Al Mikhdham



bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang beliau pimpin di Syria. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.


7. Al Rasub



pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.


8. Al Qadib:


Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.


9. Qal’a:



Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika beliau menemukan air Zamzam di Mekah.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.


Spoiler for judul:

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
Lanjut Cuy...

12 Februari 2013

Tahapan Yang Akan Dialami Mayat Dalam Kubur Sampai Dibangkitkan

Pernahkah anda membayangkan apa yang akan terjadi pada seseorang (ataupun anda nantinya) jika sudah mati dan dikubur ? berapa lama anda bisa mempertahankan kemolekan dan keindahan tubuh yang anda jaga selama masih hidup ?
Mayat manusia yang sudah di kuburkan akan melewatai beberapa fase perubahan setiap waktunya nah kamu mau tahu fase perubahan seperti apa yang akan terjadi pada mayat ketika berada di dalam kubur? Nah berikut ini adalah fase perubahan yang terjadi sejak mayat masuk kubur hinga 25 tahun kemudian seperti dikutip dari situs repiblika.co.id.

Malam Pertama : Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.

Malam Kedua : Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari Ketiga : Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.

Seminggu : Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.

Setelah 10 hari : Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..

Setelah 2 Minggu : Rambut mulai rontok

Setelah 15 Hari : Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya

Setelah 6 Bulan : Yang tersisa hanya rangka tulang saja.

Setelah 25 Tahun : Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.

Nah iulah yang akan terjadi pada mayat manusia ketika telah masuk kubur.
Lanjut Cuy...

25 Agustus 2012

Sinkronisasi Antara Alqur'an dan Sains Tentang Keajaiban Mekkah dan Ka'bah


 bagian 1


Firman Allah Ta'ala yang artinya: "Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia." (Surah Maa'idah: 97)

"Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah yang terletak Ka'bah adalah pusat ke planet Bumi."

Sebenarnya di dalam Al-Qur'an terlebih dahulu membicarakan hal ini, sebagai hamba Allah yang diberikan akal pikiran perlu meneliti dan berpikir dibalik rahasia-rahasia yang terkandung didalam ayat-ayat suci Al-Quran Al-Karim.


bagian 2:
Firman Allah:

"Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya (negeri-negeri di sekitarnya)." (Asy-Syura: 7)

Kata "Ummul Qura" berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat untuk kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.

Lebih dari itu, kata "ummu" (ibu) memiliki arti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.

bagian 3:


Allah berfirman yang artinya:

"Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan)." (Ar-Rahman: 33)

Kata "aqthar" adalah bentuk jamak dari kata "qutr" yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang memiliki banyak diameter.

Berdasarkan ayat ini dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang menjelaskan bahwa Masjidil Haram di Mekah, tempat Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Wahai orang-orang Mekkah, wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit."

Berdasarkan penelitian di atas, bahwa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. - (Dikutip dari Eramuslim "Makkah Sebagai Pusat Bumi" Oleh Dr. Mohamad Daudah)

bagian 4:

Neil Amstrong membuktikan bahwa kota Mekah yang terletak Ka'bah adalah pusat ke planet Bumi, sedangkan Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu telah berbicara mengenai kota Mekah dan Ka'bah adalah pusat bumi ini.

Ketika kali pertama Neil Amstrong melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata bertumpu di area yang sangat gelap, dan di manakah ia berbasis?." Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan satu radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut hilang dan seperti ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan lama web tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyatalah radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, dan tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir). Hal ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'Bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

bagian 5:Zero Magnetism Area

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama 'Zero Magnetism Area', di mana apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besar antara kedua kutub .

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'bah, maka seakan-akan diri kita diisi oleh suatu energi misterius yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi Ka'bah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya menyatakan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah museum di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka'bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari tata surya kita.

bagian 6

Rasulullah SAW bersabda:

"Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam." (Jami 'al-Tirmidzi al-Hajj)

"Hajar Aswad dari batu-batuan surga dan tidak ada suatu benda di bumi yang turunnya dari surga selain batu itu." (HR. Thabrani)

Wallahu'alam ....

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Penelitian Profesor Husain Kamal

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

INILAH RAHASIA DAN FAKTA KA'BAH DI KOTA MEKAH

Inilah Rahasia dan Fakta Mengapa Ka'bah di Kota Mekah begitu dimuliakan dan ... Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
FAKTA ILMIAH: KA'BAH MENJADI ARAH KIBLAT
Fakta Ilmiah: Ka'bah Menjadi Arah Kiblat. ORIAGA ONLINE: Mungkin selama ini yg lebih banyak kita ketahui alasan ka'bah menjadi kiblat ...

MAKKAH LEBIH PANTAS DIJADIKAN STANDAR WAKTU INTERNASIONAL ...

Fakta ini memperkuat kebenaran ilmiah dan ruhiah Islam, sekaligus ... bila ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah). ... Nabi bersabda, “Ka'bah itu seperti tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini ...

LIMA BUKTI ILMIAH BAHWA KA'BAH SEBAGI PUSAT BUMI (
... segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman. ... 4 An-Nisaa':82 Lalu, bukti apa saja yang menjadikan Ka'bah sebagai pusat bumi ini? ... Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah.
Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah.Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah. ... Bersama rekan-rekannya, Dr. Husain menemukan bahwa ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu ...
FAKTA ILMIAH KAABAH SEBAGAI PUSAT BUMI DAN ...


Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi ... Hussain Kamel, menemukan suatu fakta mengejutkan bahawa Mekah adalah pusat bumi. .... Apa Sebabnya Lingkaran Memiliki Sudut 360 Derajat?
MISTERI KA'BAH DALAM SUDUT PANDANG NASA
Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah.
Jika Ka'bah adalah Tuhan yang disembah oleh umat Islam, mana mungkin .... TIDAK DIHANCURKAN saat muhammad dan pasukannya merebut mekah ! .... Hajar Aswad yang menempel di sudut Ka'bah merupakan tanda dimana ... dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah.

FAKTA KEAJAIBAN KABAH

Kabah memiliki rahasia tersembunyi, bahkan tempat-tempat sekitar kabah termasuk depan pintu ... mengkaji mati suri dari berbagai sudut pandang ... ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Sejumlah fakta yang juga didukung oleh sejumlah data dan penelitian ilmiah, ... yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka'bah, yaitu sudut darimana Tawaf dimulai. .... radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah.
... segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman. ... Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia. Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka'bah (Fakta Ilmiah) ... ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah. .... bila ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah).

MEKKAH ADALAH PUSAT BUMI


Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu ... Adakah hadits yang nabawi yang menunjukkan fakta yang mengejutkan ini? Jawaban adalah ya. Nabi bersabda, 'Ka'bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari .... nilai-nilai dan dengan mengambil sudut yang melayang ke tanah, ...

KEAJAIBAN KA'BAH SEMPAT GEGERKAN NASA.

MalvinShare -Dalam ... Fakta Tentang Ibnu Sina yang Belum Diketahui Orang. “Dokter yang tidak ..... Sabda Nabi ini menegaskan bahwa kota Mekah dimana Ka'bah berada, merupakan pusat bumi, dan penelitian ilmiah membuktikan hal ini. Seperti dikutip dari ...
Istilah Ka'bah adalah bahasa Al-Quran dari kata “ka'bu” yg berarti “mata kaki” ... Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... Dr. Husain menemukan bahwa ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan ...
MISTERI RAHASIA KOTA MEKKAH DAN KEAJAIBAN KA'BAH

Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'Bah, maka ... energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. ... Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang, terletak di sudut timur Kaabah ...
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil ... Hajar Aswad yang menempel di sudut Ka'bah merupakan tanda dimana arah Thawa.


Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih ... Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'Bah, maka seakan-akan ... energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. ... berlubang, terletak di sudut timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara ...

FAKTA BESAR TENTANG KA'BAH YANG COBA DISEMBUNYIKAN DUNIA


Fakta Besar Tentang Ka'bah Yang Coba Disembunyikan Dunia THE ... penjelasan ilmiah nya gua tdk mudeng tante sama area gelap yang menggantung apa ya ! ... Keknya greenwich hrs pindah ke mekah gan.
4 Mar 2011 – Fakta Tentang Ka'bah (Makkah) THE LOUNGE. ... Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. .... titik dimanapun BISA jadi titik tengah, tergantung dilihat dari sudut mana ... tinggal ...

7 WONDERS OF MAKKAH-MADINAH

18 Jul 2012 – Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'Bah, maka seakan-akan diri ... energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. ... terletak di sudut timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar ...

FAKTA KA'BAH : KA'BAH SEBAGAI PUSAT DARI PLANET BUMI.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil ...

RAHASIA FREEMASON: 2011-04-10

Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka'bah (Fakta Ilmiah) ... Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet ..... Gambar bintang dengan 6 sudut ini merupakan salah satu lambang yang ...

KEISTIQOMAHAN SEORANG WANITA MUSLIMAH

Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. ... Nabi bersabda, 'Ka'bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat itu ... Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah ...
... segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman. ... Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia. Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

KA'BAH DAN HAJAR ASWAD

Ka'bah dibangun berupa tembok segi empat yang terbuat dari batu-batu ... Adapun keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah : ... Kiswah Ka'bah yang lama kemudian disimpan dan dimasukkan dalam museum Ka'bah di Mekkah sebagai bukti sejarah. ... Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

{August 4, 2012} Keajaiban Kota Mekkah dan Ka'bah sebagai penghubung ... oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. ... Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang, terletak di sudut ...

Ka'bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi ... Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. ... ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah.
Lanjut Cuy...

Manisnya Diremehkan

Dalam perjalanan hidup manusia, siapakah yang belum pernah diremehkan oleh orang lain?
Begitu pula sebaliknya, siapakah yang belum pernah meremehkan orang lain?
Kita semua pasti pernah mengalami keduanya, meremehkan dan diremehkan.

Ketika kita meremehkan orang lain, ada perasaan puas dalam diri kita.
Kepuasan itu muncul karena kita bisa membuat orang lain menderita.
Kita merasa di atas angin.
“Inilah aku!” “Kamu bukan apa-apa dibandingkan aku!”
Sebaliknya, ketika kita dalam posisi diremehkan, spotan kita bisa jengkel, marah, benci, frustasi, bahkan apabila proses peremehan tersebut terus berlanjut menimpa seseorang maka orang tersebut bisa mengalami depresi.
Bagi seseorang, diremehkan bisa sangat menyakitkan bahkan membuat seseorang bisa menderita dan tidak berdaya.
Sumber peremehan pun bisa bermacam-macam, misal asal daerah (Wong Deso), bentuk fisik (anak hitam kecil lagi), kemampuan intelektual (Anak Goblok), status sosial-ekonomi (Dasar Miskin), dan sebagainya.
Lalu apa manisnya diremehkan?
Spontan kita akan menjawab, tidak akan pernah ada manisnya diremehkan!
Dalam realitas kehidupan kita, ada banyak peristiwa yang merupakan representasi dari sebuah proses peremehan, sebagaimana dinarasikan dalam kasus misalnya seorang anak lelaki berasal dari desa, tubuhnya relatif hitam, tampangnya juga pas-pasan.
Sewaktu lulus Sekolah Dasar orang tuanya menyekolahkan anaknya di sebuah sekolah favorit di kota.
Teman-teman barunya memiliki tampilan yang jauh lebih menawan dari dirinya.
Setiap hari di sekolah, si anak desa itu selalu mendapatkan peremehan.
Teman-temannya sering mengatakan “Cah ndeso gaweane mangan telo, opo iso nggarap!” (anak desa kerjaannya makan ketela, apa bisa mengerjakan tugas-tugas”)
ditambah lagi “Cah cilik cacingen maneh, kok bercita-cita jadi pilot!” (”anak kecil cacingan lagi, kok bercita-cita jadi pilot”).
Proses Refleksi
Manusia sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengolah seluruh peristiwa yang masuk ke dalam dirinya.
Kemampuan mengolah ini pun sangat unik dan dipenuhi oleh misteri.
Oleh karena itu, kita bisa menyaksikan orang-orang yang diremehkan terhimpit oleh keadaan dan sangat menderita.
Mereka bisa mengalami stres luar biasa.
Di sisi lain, kita juga bisa melihat banyak orang yang diremehkan oleh orang lain, namun orang tersebut bisa mengambil energi emosi yang muncul dalam dirinya untuk tujuan positif.
Pengolahan inilah yang disebut proses refleksi, sebuah proses olah batin yang bila kita latih akan memberikan kemampuan tambahan dalam diri kita.
Kemampuan yang dapat dipergunakan untuk semakin mengenali diri, lingkungan, dan beragam peristiwa yang menimpa diri kita.
Sekaligus bisa menjadi sarana untuk menemukan cara-cara bereaksi atas segala peremehan yang menimpa kita dengan cara lebih positif.
Bila direfleksikan seacara matang, maka peremehan justru makin membuat kita tahan mental.
Sekaligus membuka peluang untuk membuktikan bahwa diriku bukan seperti yang dikatakan orang lain tersebut.
Bila dilihat dari perspektif spiritual peremehan bisa ditafsirkan sebagai Allah swt membuka potensi kita.
Peremehan tidak akan membuat hati seseorang terluka, apabila orang tersebut tidak mengizinkan hatinya dilukai.
Apabila kita bisa memandang setiap peremehan yang menimpa kita dari sisi positif maka kita bisa mengatakan: “Silahkan Anda meremehkan saya.”
Peremehan akan memunculkan energi baru dari dalam diriku.
Dengan energi baru tersebut aku akan makin mampu menggapai cita-cita, yang berbeda dengan label negatif yang diberikan kepada ku.
Apabila kita sudah mampu sampai pada tingkat ini maka kita bisa menikmati betapa manisnya diremehkan!
Silahkah Anda meremehkan, aku akan menikmati hasilnya dalam wujud prestasi-prestasi nyata sebagai buah peremehan!
Bagi yang suka meremehkan orang lain, hati-hatilah karena manusia pada dasarnya sulit untuk diperkirakan……………………
Lanjut Cuy...

19 Agustus 2012

Kemeriahan Idul Fitri di Masjid Yinchuan



 

Sama seperti di Indonesia, hari ini, Minggu (19/8/2012), kaum Muslim Yinchuan, Provinsi Otonom China, merayakan Idul Fitri. Tidak ada petasan atau takbir berlebihan, tapi masjid tetap riuh rendah dengan beragam aktivitas.

Atas undangan kantor berita Xinhua dan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, detikcom berkesempatan merasakan Lebaran di masjid terbesar Yinchuan, Masjid Najiahu. Masjid ini terletak di Kecamatan Yongning, sekitar 20 km dari Yinchuan.

Masjid yang dikelilingi pagar batu dan pintu gerbang setebal hampir 4 meter itu tampak berdiri kokoh. Di dalamnya terdapat beberapa aula yang terbuat dari kayu sebagai tempat ibadah. Ornamen China berwarna merah dan hijau mendominasi.

Di jalan dekat masjid, puluhan warga menggelar lapak dagangan. Mereka menjual buah, peci, daging, dan berbagai kebutuhan.

Salat Id di Yinchuan digelar pada pukul 10.00 waktu setempat. Saat tim detikcom datang, sekitar pukul 09.00, khotbah tengah berlangsung. Aula penuh sesak. Di luar, ratusan umat Muslim lokal yang sebagian besar mengenakan peci putih terus berdatangan.

Di dalam kompleks, beberapa pengurus masjid tampak menerima donasi semacam zakat dari para jamaah. Bentuknya uang, bukan beras atau sembako lainnya.

Puluhan anak kecil berlarian, berkejaran, dan bercanda dengan teman sebaya. Tak ada yang kesal karena itu adalah hari kemenangan.

Tepat pada pukul 10.00, seruan salat diperdengarkan. Semua berdiri. Ratusan orang yang tak kebagian tempat di aula, menggelar terpal di halaman dan ruang kosong. Di sekitar para jamaah, sejumlah orang duduk-duduk dan anak kecil tetap saja berlarian seperti abai dengan kekhusukan tersebut.

Ulama setempat atau biasa disebut 'Ahong', Yang Xuejun mengatakan, umat Muslim di Yinchuan dan daerah sekitar sangat berbahagia hari ini. Mereka merasa lahir kembali seperti bayi.

"Kami akan merayakannya dengan beribadah, saling berkunjung dengan umat Muslim, dan lainnya," katanya.

Hampir semua umat Muslim di Yinchuan berasal dari etnis Hui. Di tempat ini, mereka merupakan penduduk ketiga terbanyak. Di China sendiri ada 56 etnis lainnya. Setidaknya 10 etnis diantaranya beragama Islam.
Lanjut Cuy...

03 Agustus 2012

Shalahuddin Tegar di Jalan ALLAH


Shalahuddin Al Ayubi adalah pemimpin yang fenomenal. Ia adalah negarawan dan panglima perang yang bukan hanya dikagumi oleh umat Islam, tetapi juga dikagumi oleh lawan-lawannya, para ksatria Templar, termasuk Richard the Lion Heart. Sedangkan Assasin adalah kelompok rahasia dari sekte syiah hasaniyah yang gemar melakukan pembunuhan rahasia. Bagaimana jika keduanya bertemu? Itu pernah terjadi pada tanggal ini 836 tahun yang lalu.

22 Mei 1176. Assasin kembali melakukan percobaan pembunuhan atas Shalahuddin Al Ayubi. Assasin saat itu bahkan sudah menjangkau Shalahuddin. Mereka menembus langsung kamar tidur Shalahuddin saat ia terlelap. Assasin melukai Shalahuddin di kepalanya dengan belati. Itulah senjata andalah Assasin; belati indah untuk membunuh musuhnya dengan "seni" sekaligus nanti dipakai bunuh diri jika "tugas suci" itu telah tertunai. Assasin tidak suka lari setelah berhasil membunuh sasarannya. Mereka lebih suka bunuh diri.


Namun saat itu Assasin kembali gagal membunuh Shalahuddin Al Ayyubi. “Shalahuddin saat itu mengenakan penyangga leher dari bahan kulit dan helm logam di bawah surbannya,” tulis sejarawan Islam Tamim Ansary dalam bukunya, Destiny Disrupted: A History of the World through Islamic Eyes.

Menjadi orang baik bukan berarti semua orang akan baik kepada kita. Menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana bukan berarti semua orang akan mendukung kita. Kisah percobaan pembunuhan terhadap Shalahuddin Al Ayubi yang dilakukan oleh Assasin mengingatkan kita.

Namun, Shalahuddin mengajari kita, bahwa seperti apapun bahaya mengancam, ia tak boleh menghalangi proyek kebajikan kita. Sehebat apapun rintangan menghadang, ia tak boleh menghentikan langkah kebaikan kita. Sebab kesudahan yang menanti orang-orang yang istiqamah dalam kebaikan adalah ridha Allah Azza wa Jalla. Sebab akhir yang menanti konsistensi kebajikan adalah surga. Bahkan di dunia, penyegeraan kabar gembira hampir selalu membersamai mereka; segera atau setelah ia tiada. Dan itu pula yang didapatkan Shalahuddin; ia dikenang dan dicintai oleh umat Islam, bahkan dikagumi orang nasrani. Sedangkan Assasin, mereka hancur 96 tahun kemudian dan dibenci hingga kini, bahkan oleh orang Syiah, di mana mereka menisbatkan diri.

Terkadang kita salah memaknai janji perlindungan Allah kepada orang beriman. Seperti firman-Nya pada surat Al Baqarah ayat 257: “Allah Pelindung orang-orang yang beriman” atau surat Muhammad ayat 11: “sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.” Kita lalu berharap bahwa kita senantiasa dilindungi dari segala rintangan dan bahaya, kita menginginkan akan selalu kebal dari pembunuhan dan terluka. Jika ada yang menyabetkan pedang kepada kita, seketika ayunan pedang itu terhenti tepat satu cm dari kulit kita. Atau jika ada peluru yang datang ia akan terhenti tepat sebelum mengenai tubuh kita. Tidak. Perlindungan Allah tidak selalu bermakna seperti itu.

Bahkan, tiga dari empat khulafa'ur rasyidin meninggal dibunuh. Umar bin Khatab dibunuh oleh Abu Lu'lu'ah, seorang budak Majusi keturunan Yahudi. Utsman bin Affan dibunuh pemberontak yang terhasut oleh Abdullah bin Saba', tokoh Yahudi. Dan Ali bin Abu Thalib dibunuh Abdurrahman bin Muljam, seorang khawarij. Mereka semua syahid, dan perlindungan Allah kepada mereka bukanlah dalam bentuk mencegah mereka syahid. Bahkan syahid itulah perlindungan Allah. Itulah sebaik-baik akhir kehidupan orang beriman yang sepanjang hidupnya menorehkan kebaikan dan kebajikan.

“Syahid fi sabilillah al asma amanina,” Hasan Al Banna menjadikan kaidah itu sebagai salah satu kredo perjuangannya. Dan ia pun mendapati hal yang sama; syahid, oleh peluru-peluru durjana yang menembus dadanya.
Lanjut Cuy...

Daniel Streich, Pembenci Masjid yang Akhirnya Bersujud…



Daniel Streich, anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) menjadi sosok terkenal. Bukan saja awalnya dia sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya, melainkan dirinya secara mengejutkan berpindah haluan menjadi seorang Muslim.

Situs islamicbulettin.com melaporkan Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastur. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.



SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan Muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss. Dan Streich adalah sosok yang paling vokal menyerukan penutupan masjid di seantero Negeri Cokelat ini.

Streich mempropagandakan anti-Islam ke seluruh negaranya. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Swiss. Ia merasa mimbar dan kubah masjid tidak cocok dengan budaya negara itu. Ia juga menuding Islam sebagai agama teroris, pembuat onar, dan kekerasan.

Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Al-Qur’an dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum Muslimin. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan ajaran rahmatan lil ‘alamin ini.

Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan ad-Din samawi itu. “Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Ajaran Islam memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting, dan tidak saya temukan di agama saya,” katanya.

Presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI) Abdul Majid Aldai mengatakan, orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan besar mengetahui Islam dan hubungan antara Islam dengan terorisme, sama halnya dengan Streich.

Dulu, Streich sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Al-Qur’an dan melakukan shalat lima waktu setiap hari. Dia keluar dari SVP dan mengumumkan status Muslimnya. Streich bilang, dia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam yang tidak dapat ia temukan dalam ajaran/keyakinan sebelumnya.
Lanjut Cuy...

5 Masjid di Eropa yang Awalnya Gereja


masjid didsburyMasuknya Islam Negara-negara Eropa, membuat semakin banyak pula warga Eropa yang ikut memeluk agama islam. Dengan begitu banyak muallaf yang semakin membutuhkan sarana atau tempat untuk beribadah.

Maka tak heran bila di negara-negara Eropa seringkali kita temui gereja-gereja yang beralih fungsi menjadi Masjid. Berikut masjid-masjid yang dulunya dikenal sebagai gereja.

1. Masjid Zakariyya, Bolton, Inggris

masjid zakariyya

Pada tahun 1965-1967 para muallaf di Bolton dan Balcburn sempat tak memiliki tempat untuk beribadah. Tak jarang mereka harus meminjam sebuah diskotik yang diketahui bernama The Aspinal untuk melakukan shalat Jum’at yang berlangsung hanya seminggu sekali.

Pada tahun 1967, para muallaf mendapat tawaran untuk membeli sebuah gedung bekas gereja yang telah terbakar sebelumnya. Karena semakin butuhnya akan gedung tempat ibadah yang permanen, para muallaf mengumpulkan dana dan berhasil membeli gedung tersebut seharga 2750 pound sterling.

Bangunan rusak yang telah terbeli direnovasi hingga kini menjadi sebuah gedung besar berkubah yang amat berwibawa, yang lengkap dengan menara yang sekarang dijadikan tempat ibadah umat muslim di sana.

2. Masjid Jami’, London

masjid jami'

Bangunan ini berdiri sejak tahun 1743 yang merupakan gereja pemeluk agama kristen protestan. Dibangun oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual.

Gereja ini sempat dijadikan sebagai tempat mempromosikan Kristen kepada para pemeluk Yahudi, namun cara ini gagal sehingga gereja ini semakin minim pengunjung. Gedung ini juga sempat dijadikan tempat berkumpulnya para Yahudi namun seiring berjalannya waktu jumlah yahudi yang mengunjungi gedung ini juga semakin sedikit.

Hal ini membuat gedung ini sering kosong dan dipinjam untuk melakukan shalat jumat. Semakin terkenalnya gedung ini sebagai tempat pelaksanaan shalat jumat, akhirnya gedung ini diberi nama Jami’. Meski bangunannya tak seperti masjid pada umumnya, namun gedung ini telah dinobatkan menjadi sebuah masjid bagi umat muslim yang berada di London.

3. Masjid Didsbury, Burton Road, Didsbury Barat, Manchester

masjid didsbury

Masjid ini juga merupakan bangunan yang dulunya adalah sebuah gereja komunitas Metodis, yang bernama Albert Park. Gedung ini tergolong bangunan kuno, karena telah beroperasi sejak tahun 1883. Akan tetapi, pada tahun 1962 gereja ditutup, dan beralih menjadi masjid dan islamic center. Kini masjid yang terletak di Burton Road, Didsbury Barat, Manchester dapat menampung 100 jama’ah.

4. Masjid Brent, London

masjid brent

Gedung ini berawal dari sebuah bangunan gereja, namun akhirnya sejumlah umat muslim mengambil alih gereja ini sebagai masjid karena diketahui sering kosong dan memfungsikannya. Kini masjid yang terletak di Chichele Road, London NW2, dengan kapasitas 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Meski telah berubah fungsi, bentuk dari bangunan ini tidak berubah sama sekali, hanya saja ada penambahan pada beberapa bagian bangunan.

5. Masjid New Peckham, London

masjid new peckham

Jumlah muslim di London memang semakin berkembang, tak heran jika banyak masjid yang dibangun di salah satu negara Eropa ini. Gedung yang terletak di dekat Burgess Park, London Selatan ini, sebelumnya merupakan sebuah gereja yang bernama St Marks Cathedral. Akhirnya dialih fungsikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi, salah satu penyebar Islam di London, menjadi sebuah masjid.
Lanjut Cuy...

Jam’ah Shalat Tarawih Di London Meluber Ke Jalan-Jalan




LANTARAN keterbatasan kapasitas masjid dan banyaknya jam’ah masjid-masjid di London, kondisi ini memaksa para jam’ah shalat Tarawih di pelataran masjid dan jalan-jalan.

Dan setiap ramadhan tiba, masjid-masjid di London selalu didatangi banyak jam’ah. Senada apa yang dikatakan Murad Ayoub, juru bicara Dewan Muslim Inggris, bahwa ada 1.550 masjid dan mushola di Inggris yang menjadi tempat ibadah ribuan jamaah per-harinya.

“Inggris adalah salah satu negara terbaik dalam hal ini (toleransi), selain adanya sejumlah besar Muslim dan masjid,” kata Abu Saleh, seorang Muslim asal Suriah yang telah tinggal di Inggris selama 25 tahun. “Kegiatan ibadah bisa dilakukan tanpa penentangan dan hambatan apa pun di negeri ini.”

Inggris yang merupakan rumah bagi minoritas Muslim, adalah salah satu negara terbaik dalam hal toleransi sesama muslim dan kegiatan ibadah di sana pun dilakukan tanpa penentangan dan hambatan apa pun di negeri ini.”

Ahmad Al-Otaibi, yang juga seorang mahasiswa teknik dari Saudi, mengatakan ia menghabiskan waktu ramadhan nya selama dua minggu di london tanpa merasa kesepian, karena berbaur dengan banyak Muslim dari negara lain di masjid-masjid.
Lanjut Cuy...

Masjid dengan Kisah 'Lubang yang Menuju Mekkah'

Masjid Agung Keraton Buton di Sulawesi Tenggara, merupakan peninggalan Kerajaan Islam Buton. Masjid ini punya kisah mengenai 'lubang yang menuju Mekkah'.

Masjid Agung Keraton Buton juga dikenal sebagai Masjid Agung Wolio. Masjid ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.


img

Bila melihat sekilas, masjid ini tampak biasa saja. Dengan bentuk persegi panjang, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini memiliki arsitektur yang sederhana. Tidak seperti Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) yang memiliki bentuk bangunan yang megah.

Masjid yang sudah mengalami pemugaran sejak pemerintahan Sultan Buton ke-37 pada tahun 1930 ini memiliki 12 pintu di keempat sisinya dan 12 jendela di bagian atas. Maksud dari jumlah pintu dan jendela tersebut adalah menyesuaikan dengan jumlah pintu pada Benteng Wolio yang juga berjumlah 12.

User posted image

Ya, dari luar masjid ini memang terlihat biasa saja. Namun, bila Anda masuk ke dalamnya ada yang mencengangkan dan membuat Anda mengucap "Subhanallah".

Seperti dilansir dari situs resmi Pariwista Indonesia, di dalam masjid agung ini terdapat pusena (pusatnya bumi) yang konon kisahnya sering terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. Pusena ini berbentuk lubang yang berada tepat di belakang Mihrab.

Masyarakat sekitar mempercayai kalau bekas kompleks Kesultanan Buton ini berada di atas pusat bumi. Lubang yang berada di dalam masjid ini pun dipercayai mereka sebagai gua bawah tanah yang bisa langsung 'menuju ke Mekkah'.

Selain, dianggap sebagai 'pintu Mekkah', lubang tersebut juga memiliki mitos lainnya. Konon, bila melongok ke dalam lubang pusena, Anda bisa melihat orang tua atau kerabat yang sudah lebih dahulu menghadap Sang Khalik.

Masjid Agung Keraton Buton cocok untuk destinasi wisata ziarah Anda dalam Ramadhan kali ini. Mampirlah jika Anda melakukan traveling ke Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sultra.
Lanjut Cuy...

28 Juli 2012

Anak Kecil Bertanya Pada Kakeknya: " Apa Guna Baca Al-Qur'an ?"




Di lereng bukit terpencil, di tepi sungai, tinggallah seorang kakek dengan cucu kesayangannya. Sang kakek adalah muslim yang taat, dan gemar membaca Al-Qur'an. Ia selalu memulai harinya dengan membaca ayat demi ayat kalam Ilahi.
Adapun si cucu, ia begitu gemar mengikuti sang kakek dalam setiap tindak-tanduknya.

Pada suatu pagi yang dingin, si cucu curhat pada kakeknya : " Kek, aku sangat gemar baca Al-Qur'an seperti kakek.., tapi seringkali aku ndak paham apa yg kubaca, kalau pun paham sedikit, aku langsung lupa begitu mushaf kututup..?!
Terus, apa gunanya baca Al-Qur'an ?"

Waktu itu kakek sedang menambahkan arang ke tungku perapian, ia menoleh pada cucunya dan dengan lembut ia berkata : " Cucuku, tolong ambil keranjang arang yg kosong itu, isilah dengan air sungai sampai penuh, dan bawa ke sini…"



Tanpa berpikir panjang cucu yang taat ini, langsung beraksi..

Keranjang arang tersebut ia isi sampai penuh, lalu ia membawanya ke gubuk.., tapi ternyata semua air mengalir tumpah dari sela-sela keranjang, dan ia sampai di gubuk dengan keranjang kosong..

Melihat itu sang kakek tersenyum, ia berkata : " Coba lagi, mungkin tadi kau kurang cepat , bawalah dengan berlari.."

Si cucu mencoba lagi, ia isi keranjang sampai penuh, kemudian menetengnya sambil berlari cepat. Namun sayang, sesampainya di gubuk, keranjang itu telah kosong..

Dengan jengkel si cucu protes : " Kek, sepertinya mustahil aku bisa membawakanmu air dengan keranjang ini.., biar ku ambil pakai ember saja..!"

Kakek tersenyum dan berkata : " Kakek nggak minta kau ambil air dengan ember, tapi kakek minta ambil dengan keranjang ini.., mungkin usahamu belum maksimal..

Kakek kemudian keluar menuju sungai bersama cucunya, untuk mengajari cara mengisi air ke dalam kranjang, sedang dalam hatinya si cucu yakin perbuatan itu mustahil berhasil, dan dia akan buktikan pada kakeknya bahwa dia benar.

Sampai di tepi sungai, ia langsung mengisi keranjang dan mengangkatnya dengan cepat, dengan rasa puas ia berkata : " Gimana kek, mustahil kan keranjang ini bisa penuh ?! "

Saatnya tiba, kakek ingin memberikan pelajaran berharga pada cucunya : "Cucuku, coba perhatikan keranjang arang ini ."

Si cucu melihat keranjang tersebut, dan ia langsung sadar bahwa keranjang ini telah berubah, keranjang ini jadi bersih luar - dalam.

Sang kakek pun menjelaskan : " Seperti inilah yang terjadi saat kau membaca Al-Qur'an, terkadang kau tidak paham maknanya, kadangkala kau lupa maknanya, atau lupa akan ayat-ayat yg telah kau hapal..,

Tapi jika kau mebacanya terus menerus, kau akan merasakan perubahan..semakin lama kau akan semakin bersih, luar dan dalam ! "
…………………..

Saudaraku, marilah kita bersihkan hati dan jiwa dengan membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur'an.

Bulan Ramadhan sudah diambang pintu, bersiaplah, dan jangan sia-siakan kesemptan emas ini.
Lanjut Cuy...

APA JADINYA, JIKA PRESIDEN INDONESIA UMAR BIN KHATTAB ?

Sebagai seorang khalifah pengganti Abu bakar pada tahun 634 H kekuasaan islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

Keberhasilan Umar bin Khattab dalam menaklukan imperium besar (Persia dan Romawi) tidak lepas dari sosoknya yang tegas, dan sangat bersahaja.
Berikut kami kisahkan beberapa contoh teladan dari Umar bin khattab.



HURMUZAN dan UMAR BIN KHATTAB

Dengan ditemani Anas Bin Malik, Hurmuzan datang dengan kebesaran dan kemegahannya. Dengan diikuti pemuka-pemuka terkenal dan seluruh anggota keluarganya, Hurmuzan memasuki Madinah dengan menampilkan keagungan dan kemuliaan seorang raja. Perhiasan yang bertatah permata melekat di dahi. Sementara mantel sutra yang mewah menutupi pundaknya.Sementara itu sebilah pedang bengkok dengan hiasan batu-batu mulia menggantung disabuknya. Ia bertanya-tanya dimana Amirul Mu’minin bertempat tinggal. Ia membayangkan bahwa Umar bin Khattab yang kemasyhurannya tersebar keseluruh dunia pasti tinggal di Istana yang sangat megah.

Sampai di Madinah mereka langsung menuju tempat kediaman Umar. Tetapi mereka diberitahu bahwa Umar sudah pergi ke Masjid sedang menerima delegasi dari Kufah. Mereka pun bergegas ke Masjid. Tetapi tidak juga bertemu Umar. Melihat rombongan itu, anak-anak di Madinah mengerti maksud kedatangan mereka. Lalu diberitahukan bahwa Amirul Mu’minin sedang tidur di beranda kanan masjid dengan menggunakan mantelnya sebagai bantal seorang diri. Betapa terkejutnya Hurmuzan, ketika ditunjukan bahwa Umar adalah lelaki yang berpakaian seadanya yang tidur di Masjid itu. Hurmuzan beserta rombongannya nyaris tak percaya, tetapi memang itulah kenyataannya.

Sambil berdecak kagum Hurmuzan mengatakan, “Engkau, wahai Umar, telah memerintah dengan adil, lalu engkau aman dan engkau pun bisa tidur dengan nyaman”.

TUNJANGAN UNTUK UMAR BIN KHATTAB

Tatkala ‘Umar ibn al-Khaththâb r.a. diangkat menjadi Khalifah, ditetapkanlah baginya tunjangan sebagaimana yang pernah diberikan kepada Khalifah sebelumnya, yaitu Abû Bakar r.a. Pada suatu saat, harga-harga barang di pasar mulai merangkak naik. Tokoh-tokoh Muhajirin seperti ‘Utsmân, ‘Alî, Thalhah, dan Zubair berkumpul serta menyepakati sesuatu. Di antara mereka ada yang berkata, “Alangkah baiknya jika kita mengusulkan kepada ‘Umar agar tunjangan hidup untuk beliau dinaikkan.Jika ‘Umar menerima usulan ini, kami akan menaikkan tunjangan hidup beliau.”‘

Alî kemudian berkata, “Alangkah bagusnya jika usulan seperti ini diberikan pada waktu-waktu yang telah lalu.”Setelah itu, mereka berangkat menuju rumah ‘Umar. Namun, Utsmân menyela seraya berkata, “Sebaiknya usulan kita ini jangan langsung disampaikan kepada ‘Umar. Lebih baik kita memberi isyarat lebih dulu melalui puteri beliau, Hafshah. Sebab, saya khawatir, ‘Umar akan murka kepada kita.”Mereka lantas menyampaikan usulan tersebut kepada Hafshah seraya memintanya untuk bertanya kepada ‘Umar, yakni tentang bagaimana pendapatnya jika ada seseorang yang mengajukan usulan mengenai penambahan tunjangan bagi Khalifah ‘Umar.“Apabila beliau menyetujuinya, barulah kami akan menemuinya untuk menyampaikan usulan tersebut. Kami meminta kepadamu untuk tidak menyebutkan nama seorang pun di antara kami,” demikian kata mereka.Ketika Hafshah menanyakan hal itu kepada ‘Umar, beliau murka seraya berkata, “Siapa yang mengajari engkau untuk menanyakan usulan ini?”Hafshah menjawab, “Saya tidak akan memberitahukan nama mereka sebelum Ayah memberitahukan pendapat Ayah tentang usulan itu.

Umar kemudian berkata lagi, “Demi Allah, andaikata aku tahu siapa orang yang mengajukan usulan tersebut, aku pasti akan memukul wajah orang itu.”Setelah itu, ‘Umar balik bertanya kepada Hafshah, istri Nabi saw., “Demi Allah, ketika Rasulullah saw. masih hidup, bagaimanakah pakaian yang dimiliki oleh beliau di rumahnya?”Hafshah menjawab, “Di rumahnya, beliau hanya mempunyai dua pakaian. Satu dipakai untuk menghadapi para tamu dan satu lagi untuk dipakai sehari-hari.”‘Umar bertanya lagi, “Bagaimana makanan yang dimiliki oleh Rasulullah?”Hafshah menjawab, “Beliau selalu makan dengan roti yang kasar dan minyak samin.”‘Umar kembali bertanya, “Adakah Rasulullah mempunyai kasur di rumahnya?”Hafshah menjawab lagi, “Tidak, beliau hanya mempunyai selimut tebal yang dipakai untuk alas tidur di musim panas. Jika musim dingin tiba, separuhnya kami selimutkan di tubuh, separuhnya lagi digunakan sebagai alastidur.”‘Umar kemudian melanjutkan perkataannya, “Hafshah, katakanlah kepada mereka, bahwa Rasulullah saw.

selalu hidup sederhana. Kelebihan hartanya selalu beliau bagikan kepada mereka yang berhak. Oleh karena itu, aku punakan mengikuti jejak beliau. Perumpamaanku dengan sahabatku—yaitu Rasulullah dan Abû Bakar—adalah ibarat tiga orang yang sedang berjalan. Salah seorang di antara ketiganya telah sampai di tempat tujuan, sedangkanyang kedua menyusul di belakangnya. Setelah keduanya sampai, yang ketiga pun mengikuti perjalanan keduanya. Ia menggunakan bekal kedua kawannya yangterdahulu. Jika ia puas dengan bekal yang ditinggalkan kedua kawannya itu, ia akan sampai di tempat tujuannya, bergabung dengan kedua kawannya yang telah tiba lebih dahulu. Namun, jika ia menempuh jalan yang lain, ia tidak akan bertemu dengan kedua kawannya itu di akhirat.”(Sumber: Târîkh ath-Thabarî, jilid I, hlm. 164).

UMAR r.a DAN RAKYAT YANG KELAPARAN

Suatu malam, Sang Khalifah menemukan sebuah gubuk kecil yang dari dalamnya nyaring terdengar suara tangis anak-anak. Umar mendekat dan memerhatikan dengan seksama keadaan gubuk itu. Ia dapat melihat ada seorang ibu yang dikelilingi anak-anaknya.

Ibu itu kelihatan sedang memasak sesuatu. Tiap kali anak-anaknya menangis, sang Ibu berkata, “Tunggulah! Sebentar lagi makanannya akan matang.”

Selagi Umar memerhatikan di luar, sang ibu terus menenangkan anak-anaknya dan mengulangi perkataannya bahwa makanan sebentar lagi akan matang.

Umar menjadi penasaran. Setelah memberi salam dan meminta izin, dia memasuki gubuk itu dan bertanya kepada sang ibu, "Mengapa anak-anak Ibu tak berhenti menangis?”

“Itu karena mereka sangat lapar,” jawab si ibu.

“Mengapa tidak ibu berikan makanan yang sedang Ibu masak sedari tadi itu?”

“Tidak ada makanan. Periuk yang sedari tadi saya masak hanya berisi batu untuk mendiamkan anak-anak. Biarlah mereka berpikir bahwa periuk itu berisi makanan. Mereka akan berhenti menangis karena kelelahan dan tertidur.”

“Apakah Ibu sering berbuat begini?” tanya Umar ingin tahu.

“Ya. Saya sudah tidak memiliki keluarga ataupun suami tempat saya bergantung. Saya sebatang kara,” jawab si ibu datar, berusaha menyembunyikan kepedihan hidupnya.

“Mengapa Ibu tidak meminta pertolongan kepada Khalifah? Sehingga beliau dapat menolong Ibu beserta anak-anak Ibu dengan memberikan uang dari Baitul Mal? Itu akan sangat membantu kehidupan ibu dan anak-anak,” nasihat Umar.

“Khalifah telah berbuat zalim kepada saya,” jawab si ibu.

“Bagaimana Khalifah bisa berbuat zalim kepada ibu?” sang Khalifah ingin tahu.

“Saya sangat menyesalkan pemerintahannya. Seharusnya ia melihat kondisi rakyatnya dalam kehidupan nyata. Siapa tahu, ada banyak orang yang senasib dengan saya.”

Umar berdiri dan berkata, “Tunggu sebentar, Bu. Saya akan segera kembali!”

Pada malam yang telah larut itu, Umar segera bergegas ke Madinah, menuju Baitul Mal. Ia segera mengangkat sekarung gandum yang besar di pundaknya. Abbas, sahabatnya membantu membawa minyak samin untuk memasak.

Maka, ketika Khalifah menyerahkan sekarung gandum yang besar kepada si ibu beserta anak-anaknya yang miskin, bukan main gembiranya mereka menerima bahan makanan dari lelaki yang tidak dikenal ini.

Umar berpesan agar ibu itu datang menemui Khalifah keesokan harinya untuk mendaftarkan dirinya dan anak-anaknya di Baitul Mal.
Setelah keesokan harinya, ibu dan anak-anaknya pergi untuk menemui Khalifah. Dan betapa sangat terkejutnya si ibu begitu menyaksikan bahwa lelaki yang telah menolongnya tadi malam adalah Khalifahnya sendiri, Khalifah Umar bin Khattab.
Segera saja si ibu minta maaf atas kekeliruannya yang telah menilai bahwa khalifahnya zalim terhadapnya. Namun Sang Khalifah tetap mengaku bahwa dirinyalah yang telah bersalah.

MENGGALI PARIT SEORANG DIRI

Umar bin Khattab tidak saja di kenal sebagai khalifah yang berwibawa, tapi juga sederhana dan merakyat. Untuk mengetahui keadaan rakyatnya, Umar tak segan-segan menyamar jadi rakyat biasa.

Ia sering berjalan-jalan ke pelosok desa seorang diri. Pada saat seperti itu tak seorang pun mengenalinya bahwa ia sesungguhnya kepala pemerintahan. Kalau ia menjumpai rakyatnya sedang kesusahan, ia pun segera memberi bantuan.

Umar sadar, apa yang ada di tangannya saat itu bukanlah miliknya melainkan milik rakyat. Untuk itu Umar melarang keras anggota keluarganya berfoya-foya. Ia selalu berhemat dalam menggunakan keperluannya sehari-hari. Karena hematnya, untuk menggunakan lampu saja keluarga amirulmukminin ini amat berhati-hati. Lampu minyak itu baru dinyalakan bila ada pembicaraan penting. Jika tidak, lebih baik tidak pakai lampu.

“Anak-anakku, lebih baik kita bicara dalam gelap. Sebab, minyak yang digunakan untuk menyalakan lampu ini milik rakyat!” sahut khalifah ketika anaknya ingin bicara di tengah malam.

Dalam hidupnya, Umar senantiasa memegang teguh amanat yang diembankan rakyat di pundaknya. Pribadi Umar yang begitu mulia terdengar dimana-mana. Seluruh rakyat sangat menghormatinya. Rupanya, cerita tentang keagungan Khalifah Umar ini terdengar pula oleh seorang raja negara tetangga. Raja tertarik dan ingin sekali bertemu dengan Umar.

Maka pada suatu hari dipersiapkanlah tentara kerajaan untuk mengawalnya berkunjung ke pemerintahan Umar. Ketika raja itu sampai di gerbang kota Madinah, dilihatnya seorang lelaki sedang sibuk menggali parit dan membersihkan got di pinggir jalan. Lalu, di panggilnya laki-laki itu.

“Wahai saudaraku!” seru raja sambil duduk di atas pelana kuda kebesarannya.

“Bisakah kau menunjukkan di mana letak istana dan singgasana Umar?” tanyanya kemudian. Lelaki itu segera menghentikan pekerjaannya. Lalu, ia memberi hormat.

“Wahai Tuan, Umar manakah yang Tuan maksudkan?” si penggali parit balik bertanya.” Umar bin Khattab kepala pemerintahan kerajaan Islam yang terkenal bijaksana dan gagah berani,” kata raja. Lelaki penggali parit itu tersenyum. “Tuan salah terka. Umar bin Khattab kepala pemerintahan Islam sebenarnya tidak punya istana dan singgasana seperti yang tuan duga. Ia orang biasa seperti saya,” terang si penggali parit,”.

“Ah benarkah? Mana mungkin kepala pemerintahan Islam yang terkenal agung seantero negeri itu tak punya istana?” raja itu mengerutkan dahinya.

“Tuan tidak percaya? Baiklah, ikuti saya,” sahut penggali parit itu.

Lalu diajaknya rombongan raja itu menuju “istana” Umar. Setelah berjalan menelusuri lorong-lorong kampung, pasar, dan kota, akhirnya mereka tiba di depan sebuah rumah sederhana. Diajaknya tamu kerajaan itu masuk dan dipersilakannya duduk. Penggali parit itu pergi ke belakang dan ganti pakaian. Setelah itu ditemuinya tamu kerajaan itu. “Sekarang antarkanlah kami ke kerajaan Umar!”kata raja itu tak sabar.

Penggali parit tersenyum. “Tuan raja, tadi sudah saya katakan bahwa Umar bin Khattab tidak mempunyai kerajaan. Bila tuan masih juga bertanya di mana letak kerajaan Umar itu, maka saat ini juga tuan-tuan sedang berada di dalam istana Umar!”

Hah?!” Raja dan para pengawalnya terbelalak. Tentu saja mereka terkejut. Sebab, rumah yang di masukinya itu tidak menggambarkan sedikitpun sebagai pusat kerajaan. Meski rumah itu tampak bersih dan tersusun rapi, namun sangat sederhana.

Rupanya raja tak mau percaya begitu saja. Ia pun mengeluarkan pedangnya. Lalu berdiri sambil mengacungkan pedangnya.

“Jangan coba-coba menipuku! Pedang ini bisa memotong lehermu dalam sekejap!” ancamnya melotot.

Penggali parit itu tetap tersenyum. Lalu dengan tenangnya, ia pun berdiri.” Di sini tidak ada rakyat yang berani berbohong. Bila ada, maka belum bicara pun pedang telah menebas lehernya. Letakkanlah pedang Tuan. Tak pantas kita bertengkar di istana Umar,” kata penggali parit. Dengan tenang ia memegang pedang raja dan memasukkannya kembali pada sarungnya.

Raja terkesima melihat keberanian dan ketenangan si penggali parit. Antara percaya dan tidak, dipandanginya wajah penggali parit itu. Lantas, ia menebarkan kembali pandangannya menyaksikan “istana” Umar itu. Muncullah pelayan-pelayan dan pengawal-pengawal untuk menjamu mereka dengan upacara kebesaran. Namun, raja itu belum juga percaya.

“Benarkah ini istana Umar?”tanyanya pada pelayan-pelayan.

“Betul, Tuanku, inilah istana Umar bin Khattab,” jawab salah seorang pelayan.

“Baiklah,” katanya. Raja memang harus mempercayai ucapan pelayan itu.

“Tapi, dimanakah Umar? Tunjukkan padaku, aku ingin sekali bertemu dengannya dan bersalaman dengannya!” ujar sang raja.

Dengan sopan pelayan itu pun menunjuk ke arah lelaki penggali parit yang duduk di hadapan raja.” Yang duduk di hadapan Tuan adalah Khalifah Umar bin Khattab” sahut pelayan itu.

“Hah?!” Raja kini benar-benar tercengang. Begitu pula para pengawalnya.

“Jad…jadi, anda Khalifah Umar itu…?” tanya raja dengan tergagap.

Si penggali parit mengangguk sambil tersenyum ramah.

“Sejak kita pertemu pertama kali di pintu gerbang kota Madinah, sebenarnya Tuan sudah berhadapan dengan Umar bin Khattab!” ujarnya dengan tenang.

Kemudian raja itu pun langsung menubruk Umar dan memeluknya erat sekali. Ia sangat terharu bahkan menangis melihat kesederhanaan Umar. Ia tak menyangka, Khalifah yang namanya disegani di seluruh negeri itu, ternyata rela menggali parit seorang diri di pinggir kota.

Sejak itu, raja selalu mengirim rakyatnya ke kota Madinah untuk mempelajari agama Islam.

MAKANAN ENAK UNTUK KHALIFAH

Kisah Umar bin Khattab bisa menjadi cermin bagi kita. Ketika Utbah bin Farqad, Gubernur Azerbaijan, di masa pemerintahan Umar bin Khattab disuguhi makanan oleh rakyatnya. Kebiasaan yang lazim kala itu. Dengan senang hati gubernur menerimanya seraya bertanya “Apa nama makanan ini?”. “Namanya Habish, terbuat dari minyak samin dan kurma”, jawab salah seorang dari mereka.

Sang Gubernur segera mencicipi makanan itu. Sejenak kemudian bibirnya menyunggingkan senyum. “Subhanallah” Betapa manis dan enak makanan ini. Tentu kalau makanan ini kita kirim kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab di Madinah dia akan senang, ujar Utbah.

Kemudian ia memerintahkan rakyatnya untuk membuat makanan dengan kadar yang diupayakan lebih enak. Setelah makanan tersedia, sang gubenur memerintahkan anak buahnya untuk berangkat ke madinah dan membawa habish untuk Khaliofah Umar bin Khattab. Sang khalifahsegera membuka dan mencicipinya. “Makanan Apan ini?” tanya Umar.

“Makanan ini namanya Habish. Makanan paling lezat di Azerbaijan,” jawab salah seorang utusan.

“Apakah seluruh rakyat Azerbaijan bia menikmati makanan ini?’, tanya Umar lagi.

“Tidak. tidak semua bisa menikmatinya”, jawab utusan itu gugup

Wajah Khalifah langsung memerah pertanda marah. Ia segera memrintahkan kedua utusan itu untuk membawa kembali habish ke negrinya. Kepada Gubernurnya ia menulis surat “………makanan semanis dan seselezat ini bukan dibuat dari uang ayah dan ibumu. Kenyangkan perut rakyatmu dengan makanan ini sebelum engkau mengenyangkan perutmu”

UMAR r.a DIMATA PEMIMPIN NASRANI

Berita kedatangan bala bantuan kepada pasukan Muslim yang tengah mengepung kota membuat pasukan dan warga Kristen dan Yahudi yang berdiam di dalam kota menjadi ciut. Mengingat kedudukan Yerusalem sebagai kota suci, sebenarnya pasukan Muslim enggan menumpahkan darah di kota itu. Sementara kaum Kristen yang mempertahankan kota itu juga sadar mereka tidak akan mampu menahan kekuatan pasukan Muslim. Menyadari memperpanjang perlawanan hanya akan menambah penderitaan yang sia-sia bagi penduduk Yerusalem, maka Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius mengajukan perjanjian damai. Permintaan itu disambut baik Panglima Amru bin Ash, sehingga Yerusalem direbut dengan damai tanpa pertumpahan darah setetespun.

Walaupun demikian, Uskup Agung Sophronius menyatakan kota suci itu hanya akan diserahkan ke tangan seorang tokoh yang terbaik di antara kaum Muslimin, yakni Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu. Sophronius menghendaki agar Amirul Mukminin tersebut datang ke Yerusalem secara pribadi untuk menerima penyerahan kunci kota suci tersebuit. Biasanya, hal ini akan segera ditolak oleh pasukan yang menang. Namun tidak demikian yang dilakukan oleh pasukan Muslim. Bisa jadi, warga Kristen masih trauma dengan dengan peristiwa direbutnya kota Yerusalem oleh tentara Persia dua dasawarsa sebelumnya di mana pasukan Persia itu melakukan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan juga penajisan tempat-tempat suci. Walau orang-orang Kristen telah mendengar bahwa perilaku pasukan kaum Muslimin ini sungguh-sungguh berbeda, namun kecemasan akan kejadian dua dasawarsa dahulu masih membekas dengan kuat. Sebab itu mereka ingin jaminan yang lebih kuat dari Amirul Mukminin.

Panglima Abu Ubaidah memahami psikologis penduduk Yerusalem tersebut. Ia segera meneruskan permintaan tersebut kepada Khalifah Umar r.a. yang berada di Madinah. Khalifah Umar segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk mendapatkan nasehatnya. Utsman bin Affan menyatakan bahwa Khalifah tidak perlu memenuhi permintaan itu karena pasukan Romawi Timur yang sudah kalah itu tentu akhirnya juga akan menyerahkan diri. Namun Ali bin Abi Thalib berpandangan lain. Menurut Ali, Yerusalem adalah kota yang sama sucinya bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, dan sehubungan dengan itu, maka akan sangat baik bila penyerahan kota itu diterima sendiri oleh Amirul Mukminin. Kota suci itu adalah kiblat pertama kaum Muslimin, tempat persinggahan perjalanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam pada malam hari ketika beliau ber-isra’ dan dari kota itu pula Rasulullah ber-mi’raj. Kota itu menyaksikan hadirnya para anbiya, seperti Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa. Umar akhirnya menerima pandangan Ali dan segera berangkat ke Yerusalem. Sebelum berangkat, Umar menugaskan Ali untuk menjalankan fungsi dan tugasnya di Madinah selama dirinya tidak ada.

Kepergian Khalifah Umar hanya ditemani seorang pelayan dan seekor unta yang ditungganginya bergantian. Ketika mendekati Desa Jabiah di mana panglima dan para komandan pasukan Muslim telah menantikannya, kebetulan tiba giliran pelayan untuk menunggang unta tersebut. Pelayan itu menolak dan memohon agar khalifah mau menunggang hewan tersebut. Tapi Umar menolak dan mengatakan bahwa saat itu adalah giliran Umar yang harus berjalan kaki. Begitu sampai di Jabiah, masyarakat menyaksikan suatu pemandangan yang amat ganjilyang belum pernah terjadi, ada pelayan duduk di atas unta sedangkan tuannya berjalan kaki menuntun hewan tunggangannya itu dengan mengenakan pakaian dari bahan kasar yang sangat sederhana. Lusuh dan berdebu, karena telah menempuh perjalanan yang amat jauh.

Di Jabiah, Abu Ubaidah menemui Khalifah Umar. Abu Ubaidah sangat bersahaya, mengenakan pakaian dari bahan yang kasar. Khalifah Umar amat suka bertemu dengannya. Namun ketika bertemu dengan Yazid bin Abu Sofyan, Khalid bin Walid, dan para panglima lainnya yang berpakaian dari bahan yang halus dan bagus, Umar tampak kurang senang karena kemewahan amat mudah menggelincirkan orang ke dalam kecintaan pada dunia.

Kepada Umar, Abu Ubaidah melaporkan kondisi Suriah yang telah dibebaskannya itu dari tangan Romawi Timur. Setelah itu, Umar menerima seorang utusan kaum Kristen dari Yerusalem. Di tempat itulah Perjanjian Aelia (istilah lain Yerusalem) dirumuskan dan akhirnya setelah mencapai kata sepakat ditandatangani. Berdasarkan perjanjian Aelia itulah Khalifah Umar r.a. menjamin keamanan nyawa dan harta benda segenap penduduk Yerusalem, juga keselamatan gereja, dan tempat-tempat suci lainnya. Penduduk Yerusalem juga diwajibkan membayar jizyah bagi yang non-Muslim. Barang siapa yang tidak setuju, dipersilakan meninggalkan kota dengan membawa harta-benda mereka dengan damai. Dalam perjanjian itu ada butir yang merupakan pesanan khusus dari pemimpin Kristen yang berisi dilarangnya kaum Yahudi berada di Yerusalem. Ketentuan khusus ini berangsur-angsur dihapuskan begitu Yerusalem berubah dari kota Kristen jadi kota Muslim.

Perjanjian Aeliasecara garis besar berbunyi: “Inilah perdamaian yang diberikan oleh hamba Allah ‘Umar, Amirul Mukminin, kepada rakyat Aelia: dia menjamin keamanan diri, harta benda, gereja-gereja, salib-salib mereka, yang sakit maupun yang sehat, dan semua aliran agama mereka. Tidak boleh mengganggu gereja mereka baik membongkarnya, mengurangi, maupun menghilangkannya sama sekali, demikian pula tidak boleh memaksa mereka meninggalkan agama mereka, dan tidak boleh mengganggu mereka. Dan tidak boleh bagi penduduk Aelia untuk memberi tempat tinggal kepada orang Yahudi.”

Setelah itu, Umar melanjutkan perjalanannya ke Yerusalem. Lagi-lagi ia berjalan seperti layaknya seorang musafir biasa. Tidak ada pengawal. Ia menunggang seekor kuda yang biasa, dan menolak menukarnya dengan tunggangan yang lebih pantas.

Di pintu gerbang kota Yerusalem, Khalifah Umar disambut Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius, yang didampingi oleh pembesar gereja, pemuka kota, dan para komandan pasukan Muslim. Para penyambut tamu agung itu berpakaian berkilau-kilauan, sedang Umar hanya mengenakan pakaian dari bahan yang kasar dan murah. Sebelumnya, seorang sahabat telah menyarankannya untuk mengganti dengan pakaian yang pantas, namun Umar berkata bahwa dirinya mendapatkan kekuatan dan statusnya berkat iman Islam, bukan dari pakaian yang dikenakannya. Saat Sophronius melihat kesederhanaan Umar, dia menjadi malu dan mengatakan, “Sesungguhnya Islam mengungguli agama-agama manapun.”

Di depan The Holy Sepulchure (Gereja Makam Suci Yesus), Uskup Sophronius menyerahkan kunci kota Yerusalem kepada Khalifa Umar r.a. Setelah itu Umar menyatakan ingin diantar ke suatu tempat untuk menunaikan shalat. Oleh Sophronius, Umar diantar ke dalam gereja tersebut. Umar menolak kehormatan itu sembari mengatakan bahwa dirinya takut hal itu akan menjadi preseden bagi kaum Muslimin generasi berikutnya untuk mengubah gereja-gereja menjadi masjid. Umar lalu dibawa ke tempat di mana Nabi Daud Alaihissalam konon dipercaya shalat dan Umar pun shalat di sana dan diikuti oleh umat Muslim. Ketika orang-orang Romawi Bizantium menyaksikan hal tersebut, mereka dengan kagum berkata, kaum yang begitu taat kepada Tuhan memang sudah sepantasnya ditakdirkan untuk berkuasa. “Saya tidak pernah menyesali menyerahkan kota suci ini, karena saya telah menyerahkannya kepada ummat yang lebih baik …,” ujar Sophronius.

Umar tinggal beberapa hari di Yerusalem. Ia berkesempatan memberi petunjuk dalam menyusun administrasi pemerintahan dan yang lainnya. Umar juga mendirikan sebuah masjid pada suatu bukit di kota suci itu. Masjid ini sekarang disebut sebagai Masjid Umar. Pada upacara pembangunan masjid itu, Bilal r.a. – bekas budak berkulit hitam yang sangat dihormati Khalifah Umar melebihi dirinya – diminta mengumandangkan adzan pertama di bakal tempat masjid yang akan didirikan, sebagaimana adzan yang biasa dilakukannya ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah saw wafat, Bilal memang tidak mau lagi mengumandangkan adzan. Atas permintaan Umar, Bilal pun melantunkan adzan untuk menandai dimulainya pembangunan Masjid Umar. Saat Bilal mengumandangkan adzan dengan suara yang mendayu-dayu, Umar dan kaum Muslimin meneteskan air mata, teringat saat-saat di mana Rasulullah masih bersama mereka. Ketika suara adzan menyapu bukit dan lembah di Yerusalem, penduduk terpana dan menyadari bahwa suatu era baru telah menyingsing di kota suci tersebut.
Lanjut Cuy...

22 Juli 2012

15 Fakta Unik dan Mengagumkan Tentang Nabi Muhammad SAW

Muhammad bin Abdullāh adalah nabi dan (Rasul) yang terakhir. Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, beliau lahir 20 April 570/ 571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun.


Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia di dalam pertempuran.
Disamping prestasi dan jasa beliau yang begitu banyak, ada juga fakta unik tentang Tokoh terbesar yang pernah ada di bumi..
Berikut ini 15 fakta unik tentang tingkah laku dalam kehidupan Nabi Muhammad.


  1. Nabi Muhammad SAW tidak melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepaskan terlebih dahulu.
  2. Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan sahabat-sahabatnya.
  3. Nabi Muhammad SAW menoleh dengan seluruh badannya, menunjuk dengan seluruh jarinya.
  4. Nabi Muhammad SAW kalau berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dengan jari telunjuk.
  5. Cetusan yang paling buruk dalam percakapan Nabi Muhammad SAW: “Apa yang terjadi pada orang itu? Semoga dahinya berlumur lumpur.”
  6. Harta Nabi Muhammad SAW yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.
  7. Nabi Muhammad SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yang kamar-kamarnya dipisahkan oleh batang-batang pohon yang direkat dengan lumpur bercampur kapur.
  8. Nabi Muhammad SAW sendiri yang menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yang putus.
  9. Santapan Nabi Muhammad SAW yang paling mewah, meski jarang dinikmatinya, adalah madu, susu dan lengan kambing.
  10. Nabi Muhammad SAW gagah berani, namun memiliki senyum yang sangat memikat dan malu mempermalukan orang.
  11. Nabi Muhammad SAW menghimpun dalam dirinya 4 tipe manusia secara sempurna, pekerja, pemikir, pengabdi Alloh dan seniman.
  12. Nabi Muhammad SAW selalu memilih yang termudah, selama halal, bila berhadapan dengan pilihan.
  13. Senyumnya menyejukkan, dilukiskan sebagai butir salju di oase.
  14. Beliau tidak pernah sakit gigi. Beliau bersiwak tak kurang 10 kali sehari.
  15. Warna kulit beliau putih kemerah-merahan.

Patut dijadikan tauladan bagi seluruh umat manusia.
Lanjut Cuy...

Inilah Buku Tebitan Gramedia Yang Menghina Nabi Muhammad

Buku '5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia' karya Douglas Wilson terbitan Gramedia sangat menghina Nabi Muhammad


Permasalahan ini terungkap dari surat pembaca salah satu media koran di jakarta.
Dalam buku tersebut dikatakan bahwa nabi muhammad seorang perampok dan perompak.

Buku itu menjelaskan tentang 5 (lima) kota yang berpengaruh didunia, yakni Yerusalem (Israel), Athena (Yunani), Roma (Italia), London (Inggris) dan New York (Amerika). Di tegaskan dalam buku tersebut Yerusalem murni milik israel bukan Palestina.

Yang sangat mengagetkan adalah di halaman 24 ketika membahas kota Yerusalem, disitu ditulis, "Selanjutnya ia (Muhammad) memperistri beberapa wanita lain. Ia menjadi seorang perampok dan perompak, memerintahkan penyerangan terhadap karavan-karavan Mekah. Dua tahun kemudian, muhammad memerintahkan serangkaian pembunuhan demi meraih kendali atas Madinah, dan di tahun 630 SM ia menaklukan mekkah."

Begitu pula pada halaman 25 alinea kedua dan ketiga. penulis menafsirkan bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad selalu ditegakkan dengan pedang.

"Terbitnya sebuah buku sudah melewati seleksi editor yang sangat ketat sehingga Gramedia harus bertanggung jawab terhadap terbitnya buku ini." Ungkap Fahmi Salim kepada media.

Menurut anggota Komisi Kajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, Jika penerjemah dan editor buku sudah mengetahui ada pernyataan penulisnya Douglas Wilson semacam itu yang melukai umat Islam semestinya juga tidak direkomendasi untuk dicetak Gramedia dan didistribusikan di tengah Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

"Terlepas dari adanya unsur kesengajaan atau alpa, nasi sudah jadi bubur maka saya harap seluruh buku yang telah beredar di toko-toko segera ditarik." pungkasnya.

Sumber



Perusahaan Sebesar Gramedia ingin memancing provokasi sepertinya...
terlepas ini sengaja atau teledor, harus jadi perhatian nih..

Sdr. Wandi S Brata selaku pimpinan perusahaan penerbitan yang telah mencetak dan mengedarkan buku itu, tak cukup menanggapinya dengan hanya minta maaf dan memusnahkan semua buku itu. Sama seperti halnya kasus Arswendo dulu, ini jelas penghinaan terhadap agama Islam, agama resmi di wilayah hukum NKRI, sehingga ybs harus tetap mempertanggung-jawabkan secara pidana, sebab ini masuk delik pidana! Lawyer hukum seperti Yusril, Munarman, dan Tim Pembela Muslim pastilah tidak akan tinggal diam.
The book was definitely aimed at a Christian audience. However, he often interpreted Scripture in a non-standard way, especially Biblical prophecies. For example, he stated that Rev. 13 referred to Nero's persecution of the Christians during his reign, whereas it's traditionally interpreted as referring to a world leader during the End Times. (source)

Dan inilah text buku aslinya itu:


Source: Google Books

Sebenarnya, ini bukan buku istimewa kok, apalagi 'best seller'. GRAMEDIA aja kayaknya memandang perlu untuk menerbitkannya ke dalam bahasa Indonesia, untuk umum pulak! seharusnya untuk kalangan terbatas saja, ummat kristiani saja.
Lanjut Cuy...

Foto Ramadan di Berbagai Penjuru Dunia


Ramadan telah tiba. Semua umat muslim dunia penuh sukacita menyambut datangnya bulan 'pembersihan diri' ini. Banyak ritual serta peristiwa menarik di berbagai negara dalam menyambut bulan suci. Semua itu jadi pertanda, betapa asimilasi telah menjadi keunikan Islam sebagai agama yang mampu menyerap di semua lapisan.

Boston.com merangkum semua peristiwa saat Ramadan dari berbagai penjuru dunia. Apa Kabar Dunia kini membagikan foto-foto tersebut kepada kamu sebagai ucapan "Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita - yang menjalankan puasa - mendapat baroqah dari Allah SWT."

 Saat maghrib tiba - Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan  (AP Photo/Wally Santana)


 
Menunggu 'hilal' dan 'rukyah' - Bukit Agok, Bandar Seri Begawan, Brunei (REUTERS/Ahim Rani)

 

 Sholat Jumat di Istiqlal, Jakarta (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

 

Anak-anak menanti makanan yang dibagikan saat buka puasa - Humanitarian Center, Amman, Jordan (AP Photo/Nader Daoud)



Warga Palestina setiap hari Jumat menyeberangi wilayah Israel demi menuju Masjid Al Aqsa (AP Photo/Bernat Armangue)



Ayam goreng kegemaran Upin-Ipin jadi sajian laris menjelang berbuka - Kuala Lumpur, Malaysia (KAMARUL AKHIR/AFP/Getty Images)

 

 Umat muslim Kashmir berdoa saat sholat Jumat di bulan Ramadan - Srinagar, India (AP Photo/Dar Yasin)

 


Minuman manis digelar di sebuah masjid menjelang berbuka puasa bersama - Pakistan (Arif Ali/AFP/Getty Images)


 
Menjajakan makanan untuk berbuka - Damascus, Suria (REUTERS/Khaled al-Hariri)




Menyambut datangnya Ramadan, warga muslim Bosnia melakukan tradisi unik, yakni membasuh wajah dengan air yang diperoleh dari sebuah gua di Kladanj, 50 km sebelah Utara Sarajevo, Bosnia. Dengan membasuh wajah dan berdoa dalam gua tersebut, dipercaya bisa mendatangkan kecantikan serta kesuksesan untuk setahun ke depan. (AP Photo/Amel Emric)



Penganan yang dijual untuk berbuka - Dhaka, Bangladesh (AP Photo/Pavel Rahman)

 

 Lampu "Fanus Ramadan", lampu yang populer digunakan warga Mesir dalam menyambut datangnya Ramadan - el-Sayeda, Cairo, Mesir (KHALED DESOUKI/AFP/Getty Images)



 Seorang pria memilih melakukan ibadah sholat Jumat di atas masjid - Peshawar, Pakistan (AP Photo/Mohammad Sajjad)



Tradisi mencukur bulu mata yang disebut Kohl, dilakukan sebelum ritual Jumat - Hyderabad, India (REUTERS/Krishnendu Halder)  



 Berbuka puasa bersama keluarga. Dalam foto adalah keluarga Al-Zaim di Duxbury, Maassachusetts, Amerika Serikat (Justine Hunt/Globe Staff Photo).

 
 
 Inilah makanan khas untuk buka puasa di Karachi, Pakistan (REUTERS/Athar Hussain)



 Membangunkan orang saat sahur - Kota tua Sidon, Lebanon (MAHMOUD ZAYAT/AFP/Getty Images)

 
Gadis-gadis kecil mengaji selama Ramadan - Narathiwat, Thailand (MADAREE TOHLALA/AFP/Getty Images)



Menyerukan adzan menjelang waktu buka puasa - Kabul, Afghanistan (SHAH MARAI/AFP/Getty Images) 

 

Penganan sejenis kerupuk pun ada di Iran selama Ramadan (REUTERS/Morteza Nikoubazl)

Lanjut Cuy...
Powered By Blogger
 

HoerY ParteY Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates